Kemarin,pada 12 Januari telah dilakukan pemeriksaan pertama terhadap terlapor Imam Besar Front Pmebela Islam ( FPI ) Habieb Razieq di Kapolda Jabar. Menurut Irjen Pol Anton Charliyan, Rizieq kurang kooperatif saat dilakukan pemeriksaan. Salah satunya ia tidak pernah mengakui pernyataannya di video tersebut.
Namun Rizieq mengatakan bahwa mungkin video tersebut adalah hasil editan karena dirinya tidak pernah melakukan hal tersebut. Pernyataan Rizieq adalah Pancasila usulan Soekarno, sila Ketuhanan di sila yang terakhir. Karena saya oran betawi, biasanya bilang akhir itu buntut. Sila pertama kepala,sila terakhir buntut. Pancasila piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan Pancasila UUD 18 Agustus 1945 menempatkan sila Ketuhanan jadi sila kepala.
Baca juga : Beritaseoku.net
Kalau kata buntut tidak diterima,yang dikritik itu Pancasila usulannya bukan Pancasila dasar negara. Kalau saya nodai,berarti saya nodai lambang negara. Jadi tolong dipahami. Kalau orang betawi bilang nomor akhir itu buntut,jadi jangan kaget.
Namun pihak kepolisian tidak bekerja hanya dari pengakuan tapi dari barag bukti. Polisi akan tetap melakukan penyelidikan dan diperiksa 10 orang saksi termasuk pelapor yaitu Sukmawati Soekarnoputri.
Saat pemeriksaan, Rizieq dicecar sebanyak 22 pertanyaan. Ia diperiksa di ruang Ditreskrum Polda Jabar diikuti oleh masa yang bertentangan yaitu FPI dan GMNI yang berakhir ricuh dan aksi saling lempar batu.
Saat keluar dari Kapolda Jabar, Rizieq kemudian berorasi,mengucapkan terima kasih kepada pendukungnya karena masih punya semangat juang menegakkan Islam. Alhamdulillah hari ini saya datang penuhi panggilan pihak kepolisian,ungkap Razieq. Setelah itu Razieq pulang dan minta agar pendukungnya pulang dan jangan meladeni bila ada provokasi.
Sebuah mobil Toyota Kijang Inova dengan nomor polisi F 1441 GQ milik pendukung FPI menjadi korban dari aksi ricuh ini. Kaca mobil sebelah kiri dan belakang pecah dan penumpang yang ada di dalamnya mengalami luka-luka karena terkena lemparan batu dan balok.

No comments:
Post a Comment