Thursday, January 5, 2017

Berbagai Kebohongan Saksi di Sidang Ahok

www.beritaseoku.net

Nampaknya sidang kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang saat ini mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga lima tahun kedepan ini akan semakin panas. Bagaimana tidak,sidang yang dipindah tempat dari Pengadilan Negeri Jakarta menjadi ke Gedung Kementan tersebut, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan empat orang saksi. Sidang ini juga dikawal ketat oleh sekitar 2000 polisi.

Persidangan keempat ini digelar tertutup,berbeda dengan sidang pertama hingga ketiga yang digelar terbuka. Sidang ini juga dihadiri para pendukung Ahok dan para pendukung FPI,sidang berjalan lancar namun di persidangan keempat kali ini suasana sedikit memanas dengan keterangan saksi yang dihadirkan oleh JPU karena dinilai para saksi tidak memberikan kesaksiannya dengan benar.

Saat persidangan telah selesai,meskipun capek, Ahok dan kuasa hukumnya yang juga merupakan adik kandungnya memberikan keterangan kepada wartawan tentang isi persidangannya. Ahok dengan lantang mengatakan yang sebenarnya terjadi dimana banyak kejanggalan yang ada pada sidang keempatnya kali ini dimana ia merasa saksi yang dihadirkan banyak berbohong dan tidak mengatakan dengan sejujurnya mengenai kesaksian yang diberikan.

Baca juga : Beritaseoku.net

Ahok mengungkapkan kebohongan yang diduga dilakukan saksi. Mulai dari saksi yang selalu menjawab pertanyaan dengan jawaban lupa,mulai dari sekolah,tamatan,semua dijawab lupa. Ahok menyayangkan tindakan saksi yang dianggap berbohong dan sengaja menyembunyikan identitasnya. Ada juga saksi yang mengaku sebagai advokat padahal belum resmi menjadi advokat,Ahok juga menyatakan bisa menjeratnya dengan hukuman penjara selama 7 tahun.

Dan yang menjadi viral di instagram kali ini adalah pengakuan saksi atas nama Habib Novel yang di dalam BAP-nya menulis pernah bekerja selama tiga tahun di perusahaan waralaba asal Amerika yang harusnya "Pizza Hut" kemudian oleh Habib Novel ditulis "Fitsa Hats". Ahok mengatakan mungkin beliau malu pernah bekerja selama tiga tahun di perusahaan milik orang kafir tersebut jadi ditulis Fitsa Hats.

Namun pernyataan tersebut dibantah Habib Novel yang menyatakan bahwa ia sama sekali tidak menulis ataupun mengetik di BAP tersebut. Ia hanya ditanya oleh pihak kepolisian dan ia menjawab apa yang ditanyakan. Ia juga menyatakan bahwa ini adalah kesalahan pihak kepolisian yang mengetik BAP tersebut mungkin sudah tua dan sudah mau pensiun jadi tidak mengerti.

Mendengar kesaksiannya,pihak kepolisian tidak tinggal diam menurut pihaknya semua yang telah diketik sudah  ada persetujuan dari Habib Novel karena beberapa kali polisi sudah meimintanya memeriksa apakah isinya sudah benar atau belum. Karena di setiap halaman di BAP tersebut sudah ditandatangani Habib Novel selaku saksi dalam kasus ini.

No comments:

Post a Comment