2016 Tahun Gaduh Politik
Saat ini seluruh masyarakat dunia telah melewati tahun 2016 dan telah memasuki tahun 2017 dimana semua masyarakat berharap di tahun 2017 ini semua yang diinginkan bisa tercapai dan semuanya bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Terlebih untuk Indonesia sendiri yang tahun 2016 lalu menyisahkan banyak cerita apalagi tentang politik Indoesia yang hingga saat ini masih menjadi perbincangan hangat.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga sempat menjadi trend pemberitaan sepanjang tahun 2016. SBY marah hingga menggelar jumpa pers khusus karena dituduh menjadi salah satu penyandang dana aksi demo 4 November tentang penistaan agama Basuki T Purnama ( Ahok).
Keterkaitan SBY dalam aksi 4 November memang tak bisa dilepaskan. Sebab, anaknya Agus Yudhoyono maju dalam pencalonan Pilgub DKI 2017 melawan Ahok. Aksi 4 November diyakini bisa menggerus elektabilitas Ahok sebagai cagub DKI. Namun SBY dengan tegas membantah.
Perombakan kabinet Jokowi-JK menjadi salah satu berita paling 'booming' sepanjang tahun 2016. Tidak tanggung-tanggung, ada 13 jabatan dengan nama baru di kursi menteri dan ketua lembaga.
Isu reshuffle kabinet jilid II ini memang telah kencang berhembus sejak awal tahun. Namun Jokowi tak bergeming, hingga akhirnya benar-benar terjadi pada 27 Juli 2016.
Baca juga : Beritaseoku.net
Nama yang menjadi sorotan kala itu yakni Sri Mulyani Indrawati. Tak heran, sebab Sri adalah mantan menteri keuangan era SBY, namun masuk jajaran menteri kabinet Jokowi-JK. Sri ditarik kembali ke Indonesia saat menjadi Direktur Bank Dunia di tengah kondisi perekonomian ekonomi yang kian lesu sejak Jokowi menjabat.
Pada Mei lalu, Golkar menggelar Munaslub di Nusa Dua, Bali. Persaingan menarik pun terjadi di perebutan kursi orang nomor satu partai beringin tersebut. Setya Novanto dan Ade Komarudin bersaing ketat.
Antara Novanto dan Ade memang dikenal tak akur meski berada satu kubu bersama Aburizal Bakrie (Ical). Hasilnya, Novanto sukses meraih suara terbanyak dengan perolehan 277 suara, sementara pesaing terberatnya Ade Komarudin hanya meraih 173 suara.
Harusnya, keduanya bisa bersaing di putaran kedua dari 8 calon yang bertarung. Namun, Ade mengaku kalah lebih dulu, menyerahkan singgahsana Golkar kepada Setya Novanto.
Pilgub DKI 2017 tak kalah menarik perhatian sepanjang tahun 2016. Meskipun pencoblosan baru terjadi pada 15 Februari 2017, namun pertarungan calon, parpol dan timses telah dimulai sejak 2016.
Dukungan PDIP terhadap incumbent Basuki T Purnama ( Ahok) yang paling menarik perhatian di kontestasi Pilgub DKI 2017. Sebab, internal PDIP tak sepaham tenang mendukung Ahok, ada suara-suara yang juga mendukung Tri Rismaharini dibawa ke Jakarta melawan Ahok.
Bisa dibilang, kasus menunjukan Arcandra Tahar sebagai menteri ESDM menjadi kesalahan fatal pemerintahan Jokowi-JK. Betapa tidak, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik orang yang punya paspor Amerika jadi menteri, pejabat negara.
Dalam UU Kewarganegaraan, status Warga Negara Indonesia (WNI) hilang jika memiliki paspor negara lain. Artinya, Jokowi melantik warga negara Amerika sebagai menteri ESDM. Pembisik Jokowi pun dipertanyakan, bagaimana bisa tak ada intelijen yang melaporkan latar belakang calon menteri.
Akui ada kesalahan, Jokowi langsung mencopot Arcandra dengan hormat. Acandra jadi menteri ESDM hanya 20 hari. Posisi Menteri ESDM untuk sementara waktu dijabat oleh Luhut Pandjaitan.

No comments:
Post a Comment