Ucapan Ahok bukan penistaan agama : Imam Besar Masjid Istiqlal
![]() |
| Ucapan Ahok bukan penistaan agama : Imam Besar Masjid Istiqlal |
Bandar Q - Mungkin ini adalah tamparan keras bagi Front Pembela Islam (FPI) dan ormas-ormas lainnya yang turun ke jalanan Jakarta untuk mendemo Calon Gubernur nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa kerap disapa Ahok. Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar,pernyataan Ahok mengenai Al Maidah 51 bukanlah penistaan agama seperti yang selama ini ditujukan kepada Ahok.
Menurutnya,penistaan agama tidak tergambar dalam perkataan Ahok. Kalimat Ahok sendiri menyatakan surat Al Maidah digunakan orang lain untuk mempengaruhi pilihan politik. Tapi bagaimana pun juga statement misalnya 'dibohongi oleh surat Al-Maidah' macam-macam redaksinya persis seperti itu memang bisa menyakiti telinga orang lain,terutama yang beragama Islam.
"Saya juga menyimak betul apa yang disampaikan bapak Gubernur. Saya memahami bahwa konteksnya tidak dalam arti menghina ayat ya," jelas Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar kepada KBR (01/11).
Bandar Q - Dia juga mengimbau seluruh politisi agar tidak pakai ayat-ayat kitab suci dalam kegiatan kampanye,politik dan kegiatan lainnya. Karena,hal itu dapat berakibat pada kemarahan.
Dibohongi itu kalimat pasif. Sebenarnya ada subjektifnya dihilangkan. Dalam konteks sebelumnya itu adalah orang tua gitu ya,pakai surat itu adalah keterangan. Dalam konteksnya berarti yang dimaksudkan dibohongin. Ayat itu dipakai menjadi alat membohongi orangtua yang di dalam konteks sebelumnya.
Nasaruddin menyerukan kepada seluruh umat muslim agar lebih arif mengahadapi situasi seperti ini. Katanya,harusnya seorang umat muslim itu tidak segampang itu terpancing emosinya karena dalam kasus ini, Bapak Ahok bukanlah seseorang yang mendalami dan memahami betul tentang ayat-ayat Al Quran.
Baca juga : Beritaseouku.net

No comments:
Post a Comment