Monday, December 5, 2016

Beda Aksi 212 dan 412


Setelah tanggal 2 Desember kemarin puluhan ribu masa turun ke jalanan Jakarta untuk melakukan aksi damai dan shalat kemudian dikenal dengan aksi 212,dua hari kemudian tepatnya 4 Desember kembali ribuan orang turun ke jalanan Jakarta untuk melakukan aksi Kita Indonesia yang dikenal dengan aksi 412. Namun banyak masyarakat yang membedakan aksi antara 212 dengan aksi 412 tersebut.

Masing-masing aksi membawa isu yang berbeda. Namun sesungguhnya memiliki kaitan. Aksi Bela Islam jilid III membawa isu soal penuntasan kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok).

Sementara, aksi "Kita Indonesia" membawa isu kebhinekaan ata keberagaman menjadi ciri khas Indonesia. Namun, dari dua aksi tersebut ada yang dipuji tapi ada juga yang justru dikritik. Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono memuji 2 Desember 2016.

"Pasca aksi 411 ada 6.600 tanaman yang rusak dan 6 pagar jebol. Kemudian aksi 212 kemarin itu taman hampir tidak ada yang rusak. Sangat luar biasa ibaratkan satu ranting pun tidak ada yang patah," kata Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (5/12).

Sementara soal aksi "Kita Indonesia" yang digelar pada 4 Desember, Sumarsono juga mengapresiasi kegiatan parade kesenian yang diadakan dalam aksi tersebut. Menurutnya hal itu sangat bagus untuk merawat Kebinekaan.

Namun demikian, Sumarsono sangat menyayangkan maraknya atribut parpol dalam aksi 4 Desember itu. Aksi yang digelar secara bersamaan dengan momentum Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) ini dinilai telah melanggar Pergub DKI No 12/2006.

Sumarsono sempat membandingkan aksi 412 dengan aksi 212. Dia menjelaskan bahwa saat pelaksanaan aksi 212 dia juga berkeliling melakukan patroli dan sangat mengapresiasi aksi tersebut karena sama sekali tidak ditemukan adanya atribut parpol.

"Sesuai kemarin permintaannya parade budaya, tapi memang disayangkan kita lihat ada atribut partai di situ. Kita beri teguran ke panitia supaya ke depan CFD tidak digunakan lagi untuk kegiatan partai, nanti banyak yang digunakan untuk kegiatan lain," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/12).

"Car Free Day spiritnya untuk memberikan area kepada masyarakat di hari Minggu untuk hiburan dan budaya, sekali lagi kita berikan teguran ke panitia," katanya.

Baca juga : Beritaseoku.net


No comments:

Post a Comment